Teori
rainforcement Theory
Teory
rainforcement sama dengan belajar operant conditioning oleh
Skinner. Terdapat dua aturan poko yang ber hubungan dengan dengan perolehan
jawaban-jawaban yang benar dan aturan pokonya. Pengakuan dapat terjadi posotif
atau negatif tetapi harus membuat kaitannya anatara aksi atau tinadakannya
dengan akabit-akibatnya.
Implikasi
perilaku organisasi pada teori Rainforcement
Misalnya ketika di dalam
suatu organisasi terdapat suatu tujuan yang harus dicapai oleh oraganisasi itu
dan seseorang dapat mencapainya maka akan diberikan sebuah hadiah atau reward tapi ketika salah seseorang yang
diberikan mandat tersebut tidak tercapai maka akan diberikan hukuman punishment atau hukuman.
Teori
expectancy
Teori Harapan/Teori
Ekspektansi (Expectancy Theory of motivation) dikemukakan oleh Victor H. Vroom
pada tahun 1964. Vroom lebih menekankan pada faktor hasil (outcomes), dibanding
kebutuhan (needs) seperti yang dikemukakan oleh Maslow and Herzberg
Tiga asumsi pokok Vroom
dari teorinya adalah sebagai berikut :
1. Setiap individu
percaya bahwa bila ia berprilaku dengan cara tertentu, ia akan memperoleh hal
tertentu. Ini disebut sebuah harapan hasil (outcome expectancy) sebagai
penilaian subjektif seseorang atas kemungkinan bahwa suatu hasil tertentu akan
muncul dari tindakan orang tersebut.
2. Setiap hasil mempunyai
nilai, atau daya tarik bagi orang tertentu. Ini disebut valensi (valence)
sebagai nilai yang orang berikan kepada suatu hasil yang diharapkan.
3. Setiap hasil berkaitan
dengan suatu persepsi mengenai seberapa sulit mencapai hasil tersebut. Ini
disebut harapan usaha (effort expectancy) sebagai kemungkinan bahwa usaha
seseorang akan menghasilkan pencapaian suatu tujuan tertentu.
4. Dalam setiap instuisi,
tindakan-tindakan dan upaya berkaitan dengan tindakan-tindakan tadi yang
dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P,
dan P-O) dan pilihan-pilihan yang dipunyai orang pada saat itu.
Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar
kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus berikut:
|
Indeks
motivasi = jml (E-P) x jml[(P-O)(V)]}
|
Implikasi
yang bisa diterapkan dalam teori ini
Implikasi yang bisa diterapkan seperti dalam suatu
organisasi ketika kita ingin menaiki jabatan dalam organisasi dan organisasi
itu menerima sebuah penaikan jabatan makan akan ada orang yang ingin atau
berusaha untuk bekerja sesuai dengan apa yang organisasi inginkan maka akan di
naikan jabatannya sesuai apa yang dia bisa di capai.
Teori goal
setting
Teori ini di kemukakan oleh Edwin Locke yang teorynya bernama teory tujuan yang menjelaskan
tentang hubungan anatara tujuan dengan suatu perilaku. Teori ini
menunjukkan adanya keterkaitan antara tujuan dan kinerja seseorang terhadap
tugas
Terdapt 4 macam mekanisme motivasional, yaitu
:
·
Tujuan-tujuan
mengarahkan perhatian
·
Tujuan-tujuan
mengatur upaya
·
Tujuan-tujuan
meningkatkan persistensi
·
Tujuan-tujuan
menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.
Implikasi
yang bisa di terapkan
Dalam suatu organisai terdapat visi dan misi yang
ingin dicapainya agar tujuannya mengarah susuai dengan apa yang ingin tujuan
awal.
Teori motivasi
kebutuhan
Menurut
Maslow, individu dimotivasi oleh kebutuhan yang belum di puaskan, yang paling
renda, paling dasar dalam tata tingkat. Begitu tingkat kebutuhan ini dipuaskan,
ia tidak akan lagi memotivasi perilaku. tingkat kebutuhan dapat beroperasi pada waktu yang
sama, tetapi kebutuhan pada tingkat lebih rendah yang dianggap menjadi motivasi
yang lebih kuat dari perilaku. Dia juga menekankan bahwa makin tinggi tingkat
kebutuhan, makin tidak penting ia untuk mempertahankan hidup (Survival) dan makin lama pemenuhannya
dapat di tunda.
Implikasi
yang dapat diterapkan
1. Kebutuhan fisiologis,
2. Kebutuhan akan rasa aman,
3. Kebutuhan sosial,
4. kebutuhan esteem,
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri,
Contohnya
ketika dalam suatu organisasi seperi kebutuhan sosial dalam suatu organisasi
dimna dalam suatu organisasi perlu adanya kebutuhan kasih sayang persahabatan
dalam organisasi dan lain-lainnya atau juga kebutuhan esteem seperti harga diri
prestasi atau kebebbasan dalam berorganisasi.
Daftar Pustaka
Munandar, A.S.(2014). Psikologi indrustri dan organisasi. Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia(UI-Press)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar